Rabu, 17 Oktober 2012

Nightmare

Seorang teman saya pernah bercerita tentang pengalaman buruk yang pernah dihadapinya. Begitu menyedihkan mendengar ceritanya, dia pernah mengalami pelecehan seksual dan pemerkosaan yang begitu menyakitkan, hingga karena kejadian itu ia merasa dirinya tak berharga lagi, karena merasa tak akan ada pria yang mau menerimanya, akhirnya dia memilih  jalan yang salah yaitu menjadi pelacur, karena pikirnya “nasi sudah menjadi bubur”.

Seringkali kita mungkin berpikiran demikian saat kita mengalami pengalaman pahit yang sulit untuk dilupakan kita akan berpikir sudah terlanjur basah ya mendingan mandi sekalian,
Saya juga punya pengalaman pahit yang begitu menyakitkan, saat saya terlena dan tidak mau bangkit dari rasa sakit saat mengingat kembali pengalaman pahit tersebut saya justru semakin putus asa dan berpikiran negative, bahkan saya menyalahkan Tuhan atas pengalaman menyakitkan itu.

“Tuhan mengapa harus saya yang mengalami pengalaman pahit ini” 
“mengapa harus begini Tuhan” dan ada begitu banyak statement yang menyalahkan Tuhan timbul di benak saya.

Mestinya jika pengalaman pahit pernah menimpa hidup kita, mintalah Tuhan membebaskan kita dari segala dendam, kebencian, amarah, dan sikap menyalahkan. Begitupun jika keadaan terasa sangat buruk dan menyakitkan, berbaliklah kepada Allah, pandanglah kebesaran dan kekuasaanNya yang sanggup mengubah keadaan buruk menjadi baik bagi kita.

Setiap orang pernah mengalami kejadian buruk dalam hidupnya. Percayalah, bahwa Tuhan sanggup menggenapi janji manisNya tentang masa depan yang penuh harapan, sekalipun sepertinya kondisi yang sedang kita hadapi sudah tidak memungkinkan lagi.

Percaya saja! Milikilah hati yang mengampuni dan memaafkan, dan bebaskanlah pikiran dari semua rasa takut serta kecewa. Itu hanya akan menghambat pekerjaan Allah dalam hidup kita.

“Tuhan mengetahui rancangan yang ada pada kita yaitu rancangan damai sejahtera untuk memberikan  pada kita hari depan yang penuh harapan.”

“Setiap orang pasti pernah mengalami “nightmare” dalam hidupnya. Cara mereka menghadapinyalah yang membedakan masa depan mereka.

Salam Berbagi Cerita  



Kamis, 11 Oktober 2012

Tuhan Bukan Pemadam Kebakaran

Kita pasti sudah mengenal yang namanya pemadam kebakaran, unit yang menolong banyak warga yang rumahnya mengalami kebakaran. Ya…. dimana ada bencana kebakaran, yang kita perlukan adalah pemadam kebakaran yang setidaknya dapat memadamkan api yang akan membakar hangus rumah dan semua harta benda kita.

Pemadam kebakaran yang siap menolong saat ada kobaran api besar yang akan mengakibatkan kerugian besar. Saya sering menerapkan ini dalam hidup saya, saat saya menghadapi kobaran masalah-masalah yang sepertinya akan membakar hangus hidup saya, baru saya mulai berlutut, berdoa memohon pertolongan Tuhan, namun saat saya merasa hidup saya aman-aman saja saya sering dan teramat sering melupakan Dia yang telah menyelamatkan hidup saya, seolah-olah saya menjadikan Tuhan sebagai sosok pemadam bagi setiap masalah saya, kalau ada masalah baru ingat Tuhan kalau tidak ada masalah mungkin selamanya saya tidak akan mengingat Tuhan.

Akhir-akhir ini saya sangat jauh dari Tuhan boro-boro mengingat, rasanya saya sudah mulai lupa diri dan tak tahu diri, seolah-olah saya mampu hidup tanpa Dia. Syukur pada Tuhan yang masih mengasihi saya dan tidak mengizinkan saya terlalu lama melupakannya, dan Syukur pada Tuhan ada begitu banyak masalah yang akhir-akhir saya alami, sehingga saya bisa kembali kepadaNya.

Bukan berarti saya bersyukur menghadapi masalah yang begitu rumit yang saya hadapi saat ini. Akan tetapi saya bersyukur karena lewat permasalahan yang saya hadapi ini serumit apapun itu, sakit memang namun justru itulah jalan yang membawa saya kembali mengingat dan mendekat padaNya.

Benar “Segala sesuatu mendatangkan kebaikan”
dan “Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera yang mendatangkan kebaikan”.

Apakah sobat pernah mengalami dan melakukan seperti yang saya alami ini, ketika mengalami permasalahan, baru ingat untuk berseru kepada Tuhan, namun ketika hidup terasa aman-aman saja dan tak ada masalah bukannya bersyukur tetapi malah menjauh bahkan melupakanNya. Seperti nya kita menjadikan Tuhan sebagai sosok Pemadam kebakaran, dimana butuh baru dipanggil.

Belajar dari apa yang saya alami memang seharusnya ketika kita menghadapi permasalahan kita berseru kepadNYa, tetapi ternyata alangkah lebih baik dan jauh lebih indah lagi jika kita senantiasa hidup dengan selalu mengingat dan berseru kepadaNYa dengan kata lain “Bergaul karib dengan Allah jauh lebih indah”

Salam Berbagi Cerita :)

Minggu, 30 September 2012

SENYUM SANG KAPTEN YANG MENEDUHKAN

Hai sobat semua uda lama ni saya ga menulis di blog karena berbagai kesibukan (alias sok sibuk sendiri, hehehe :)) kangen juga ni nulis di blog, jadilah saya putuskan menulis sebuah kisah teman saya…., selamat membaca… :)

Ni kisah Pengalaman salah seorang teman saya kita sebut aja namanya Roni ya, ketika dia berangkat ke Jakarta dengan naik kapal untuk menyebrangi lautan yang cukup luas. Di tengah perjalanan, tiba-tiba saja ombak besar mengguncang kapal itu.

Teman saya ini bersama dengan penumpang lainnya begitu panik ketika merasakan goncangan itu. Apalagi saat melihat permukaan air laut yang bergelombang itu begitu terjal kelihatan dari jendela. Mereka semua yang ada didalam kapal bergegas mengambil pelampung masing-masing untuk siap terjun bila sewaktu-waktu kapal itu tenggelam.

Sementara itu Roni teman saya menyelinap naik ke geladak dan masuk ke kamar kemudi . Di geladak itu memang masih terasa goncangan kapal yang diayun gelombang. Tetapi tidak sebesar seperti yang terasa saat dia ada di kamarnya.

Disitu Roni melihat Sang Kapten dengan tenangnya memegang kemudi, sambil tersenyum memandang lautan luas sekelilingnya. Teman saya Roni pun ikut mengarahkan pandangannya ke samudera yang begitu luas itu. Dan Roni begitu takjub, ternyata dari ruang kemudi itu pemandangan laut begitu indahnya. Lautan biru bak permadani beludru yang terhampar luas , dikejauhan disaput gumpalan awan putih laksana kapas wahhhhh sungguh ciptaan Tuhan yang begitu sangat menganggumkan.

Tetapi yang meneduhkan adalah Kapten kapal itu tersenyum dengan tetap memegang kemudi kapal itu. Roni turun dan menyampaikan kepada para penumpang lainnya , “jangan takut kita Aman, karena Kaptennya tersenyum

” Dalam mengarungi lautan kehidupan , kita sering dan mudah sekali dibuat panik oleh masalah-masalah sekitar kita yang nampaknya akan meruntuhkan langi diatas kita. Kita sangat takut dengan “Gelombang” persoalan yang sepertinya hendak menenggelamkan hidup kita dan menghancurkan masa depan kita.

 Ketakutan kita sangat dipengaruhi oleh cara pandang dan apa yang ada di depan mata. Kita sering lupa bahwa juru mudi kapal kehidupan ini adalah Tuhan sendiri yang empunya langit, bumi, dan lautan. Dialah yang menentukan dan mengatur segala hal di dalam kehidupan ini. Dia juga yang berjanji akan memberikan kekuatan dan jalan keluar bagi setiap orang yang berharap dan bersandar kepadaNya.

Selama Tuhan yang mengemudikan kapal kehidupan kita, janganlah terlalu takut, panik dan putus asa apapun masalah hidup yang sedang kita alami, tenanglah sebab

‘’Aman, Senyum Sang Kapten Meneduhkan”.

“Serahkanlah hidupmu kepata Tuhan dan percayalah kepadaNya, dan Ia akan bertindak”

“Gelombang hidup akan membawa kita dekat dengan tujuan”

Salam Berbagi Sobat Semua :)

Rabu, 25 Juli 2012

Love Your Job

Saya terkesan ketika membaca sebuah kisah inspiratif yaitu seorang pengusaha yang sukses karena mencintai pekerjaannya. John Schnatter adalah seorang pemilik perusahaan Papa Jhon’s Pizza. Perusahaan ini berkembang dengan pesatnya. Dimulai pada tahun 1984. Selama tujuh tahun berkembang menjadi 46 toko, lalu tujuh tahun berikutnya bertambah menjadi 1600 toko.

Wahhhhhh alangkah cepatnya perkembangan usaha Jhon ini (saya sampai terkagum-kagum). Ia mengakui bahwa ia memiliki semangat didalam pekerjaannya. Bukan itu saja, ia sangat menjiwainya. Ia begitu mencintai dan menikmati pekerjaannya, sampai ada sebuah majalah Succes yang menuliskan, bahwa “Pizza itu hidupnya Schanatter.” 

Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah Apakah kita juga sama seperti Jhon, yang punya semangat dan sangat mencintai pekerjaannya …..?

Sobat semua, pekerjaan yang sedang kita kerjakan merupakan suatu berkat yang Allah berikan kepada kita . Tetapi seringkali kita justru lalai mengerjakan tugas kita, dengan berbagai alasan. Sama seperti yang pernah saya alami dan rasakan, dulu saya tidak pernah bisa mencintai pekerjaan yang saya geluti, awalnya saya memang semangat sampai-sampai saking semangatnya kantor masih tutup saya malah uda menunggu didepan gerbang, tapi lama-kelamaan semangat saya mengendor (kayak celana aja ya kendor, hehehe) seiring berlalunya waktu (paling lama ni saya bertahan sampai 2 tahun). Akhirnya yang terjadi saya tidak pernah bisa berkembang dan terus-menerus kembali ke titik nol lagi dan lagi.

Ya alasan yang paling sering kita ucapkan adalah karena “jenuh” sehingga kita tidak serius menjalankan pekerjaan kita, sama seperti alasan saya dulu ketika memutuskan keluar dari pekerjaan saya sebagai sekertaris di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang “Finance”.

Mari, cintailah pekerjaan kita sesuai dengan bidang yang kita tekuni. Jalani dengan semangat tanpa jemu-jemu dan penuh ketulusan. “Tak seorangpun bisa sukses kecuali ia mencintai pekerjaannya.” Demikian kata-kata bijak dari David Sarnoff.

Apakah kita sudah mulai jenuh dan tidak ada lagi semangat dalam menjalankan pekerjaan kita…………?

Apakah kita lalai menjalankan tugas-tugas yang harus kita kerjakan, karena kita kurang mencintai pekerjaan kita…..?

Ingatlah, bahwa pekerjaan merupakan salah satu berkat yang Tuhan berikan kepada kita. Oleh sebab itu, jalanilah pekerjaan kita dengan penuh sukacita.

Rintangan memang ada, tapi percayalah kita pasti berhasil.

Salam Berbagi Cerita :)

Kamis, 07 Juni 2012

Tips Langkah untuk Membiarkan Masa Lalu Berlalu

Berpegang terus pada masa lalu membuat penyembuhan menjadi suatu hal yang mustahil. Kita akui memang sangat sulit untuk membiarkan hal-hal yang kita sayangi pergi dan terutama sangatlah sulit untuk membiarkan orang yang sangat berharga bagi kita pergi.

Membiarkan masa lalu berlalu adalah sesuatu yang penting untuk menyembuhkan sakit hati akibat kehilangan cinta. Untuk melakukan hal ini ada beberapa langkah yang perlu diambil:

1. Milikilah kemauan untuk membiarkan masa lalu anda berlalu

Orang sering dibingungkan oleh perbedaan antara kata “tidak mampu” dan “tidak mau”. Betapa menghancurkan saat kita terus menerus berkata kepada diri sendiri bahwa kita tidak mampu keluar atau tidak mampu melakukan apa-apa. Ketika kita berkata kepada diri kita sendiri “kita tidak mampu,” itulah yang kita percayai dan hal itu melumpuhkan kita. Sering kali, perkataan “saya tidak mampu” adalah alasan kita untuk dapat terus berpegang pada masa lalu. Untuk mengatasi rasa sakit hati , sangat penting bagi kita untuk memiliki keinginan yang sungguh-sungguh dan membuat keputusan untuk melakukannya.

2. Berhentilah menyalahkan diri anda sendiri

Untuk membiarkan rasa kehilangan anda berlalu, akuilah bahwa apa yang anda lakukan turut menyebabkan kesulitan pada orang lain, tetapi jangan menyalahkan diri anda untuk semua hal buruk yang terjadi.

3. Sebelumnya saya pernah membahas bagaimana untuk kita dapat mengeluarkan emosi kita yang terluka.

Pentingnya mengambil langkah ini tidak dapat ditekankan secara berlebihan, karena emosi negative yang terpendam begitu kuat dapat mencegah kita untuk membiarkan masa lalu kita berlalu. Pada kenyataannya, selama kita membiarkan emosi yang penuh luka tersebut terus terkunci dalam diri kita, kita akan terjerat oleh masa lalu.

 4. Rencanakan apa yang akan anda lakukan dengan sisa hidup anda dan tentukanlah arah, tujuan dan sasaran yang baru.

Menurut hasil penelitian, orang yang mempunyai tujuan yang pasti dan sasaran tertentu dalam kehidupan mereka hanya kurang dari 3 persen. Tanpa tujuan dan sasaran, kita akan seperti kapal tanpa kemudi. Badai kehidupan akan menghantam dan kita akan terapung kesana kemari seperti gabus, dan tidak tahu dimana kita akan berhenti. Bagi orang-orang yang mempunyai tujuan yang pasti dan sasaran tertentu dalam kehidupannya, badai kehidupan boleh menghantam mereka sedikit dan mungkin mereka mengetahui bahwa mereka telah terpukul, tetapi mereka akan selalu tegak kembali.

5. Segera mulailah bekerja untuk memenuhi tujuan dan mencapai sasaran anda

Anda tidak harus menunggu sampai seluruh duka anda selesai. Anda dapat mulai membiarkan masa lalu anda berlalu sesegera mungkin. Anda dapat melakukan ini dengan tidak memikirkannya lagi melebihi yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya, tetapi dengan memikirkan masa depan anda yang baru dan bersyukur atasnya.

 “Hidup hanya dapat dimengerti dengan melihat ke belakang, tetapi dalam kehidupan ini kita harus hidup dengan memandang ke depan”

 Salam Berbagi Cerita :)

Selasa, 05 Juni 2012

Cinta Melebihi Seks

Cinta adalah ikatan kasih sayang antara pribadi yang berbeda dan sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan satu pribadi kepada pribadi yang lain , cinta juga merupakan kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap orang lain, berupa ; pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, dan lain-lain.

Setiap manusia membutuhkan cinta, ingin dicintai dan mencintai, hidup tanpa cinta bagaikan sebuah kapal yang berlayar tanpa tujuan. Karena besarnya kebutuhan akan mencintai dan dicintai banyak orang terhanyut dalam cinta yang semu dan ketidak jelasan, bahkan demi cinta mereka rela melakukan apapun hingga diluar batas kewajaran, seperti hubungan seks diluar nikah dan inilah yang disebut dengan cinta buta.

Menikah merupakan keputusan yang sangat penting karena bersifat permanen dan menyangkut seluruh hidup seseorang. Seksualitas merupakan pemberian dari Allah. Tetapi sebagaimana pemberian-pemberian lainnya, seks juga dapat disalahgunakan .

Allah memberikan seksualitas kepada kita disertai dengan tanggung jawab untuk digunakan sesuai dengan kehendakNya; bukan untuk digunakan sesuka hati. Mengagung-agungkan seks dan menomorsatukannya adalah sikap yang tidak disukai Allah.

Perzinahan adalah dosa yang dilarang. Percabulan, yaitu hubungan seksual yang dilakukan oleh pasangan-pasangan yang belum menikah juga sangat dibenci oleh Tuhan. Tertarik secara fisik kepada kekasih kita adalah suatu hal yang wajar. Tetapi cinta lebih dari sekedar daya tarik fisik karena cinta melibatkan keseluruhan diri seseorang, yaitu tubuh, jiwa, dan rohnya.

Cinta mencakup kepercayaan dan kesetiaan, persahabatan dan pengorbanan diri, kesabaran dan saling melayani. Cinta tidak mencari keuntungan atau kepuasan diri sendiri. Cinta yang murni tetap mengikat dua kekasih, meskipun tubuh yang indah dan wajah yang tampan sudah menjadi kenangan masa lalu.

“Petunjuk yang lain adalah bahwa karakter atau budi pekerti lebih penting daripada daya tarik fisik. Dengan kata lain, “Isi lebih penting daripada bungkusnya”.

“Cinta bisa menunggu; nafsu tidak bisa menunggu. Hanya cinta yang bisa abadi; nafsu tidak pernah abadi.

Salam Berbagi Cerita

Minggu, 03 Juni 2012

Jangan Melihat Penampilan

I love you not because you’re beautiful, but you’re beautiful because I love you.” Apa sobat semua pernah mendengar kata-kata itu……? Kalau kata-kata itu diucapkan seorang cowok buat ceweknya, aku bakalan ngasih two thumbs up de buat cowok itu.

Karena masalahnya orang-orang yang tidak terlalu memandang penampilan sebagai yang utama mulai sedikit, bahkan jarang sekali dan rasa-rasanya hampir tidak ada, terutama kalau kita kaitkan sama yang namanya pacaran.

Sadar atau tidak, normally penampilan fisik biasanya yang pertama sekali dilihat. Penampilan fisik sudah menjadi “first impression” bagi banyak orang. Kalau first impression saja sudah tidak mantap, bagaimana kelanjutannya pasti sudah bisa ditebak kan………..? Syukurlah kalo ternyata Tuhan yang menciptakan kita memiliki pikiran yang beda sama kita.

Tuhan pencipta sangat menyayangi kita ciptaannya, termasuk saat Dia Tuhan menciptakan kita dengan fisik yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Allah bukannya tidak adil kalau Dia menciptakan manusia yang menurut dunia ini tampangnya biasa saja, atau malah bisa dikatakan, ada yang kulitnya hitam, coklat, putih, bahkan ada yang albino.

Dia Allah tidak bermaksud untuk membedakan kita umat manusia, akan tetapi Dia Tuhan punya rencana yang indah yang begitu luar biasa dan yang tidak berkaitan dengan penampilan fisik kita. Kalau saja kita dapat memahami hal itu, maka pastilah kita akan dapat menerima diri kita sendiri dengan apa adanya dan sekaligus juga dapat bersyukur kepada Allah yang menciptakan kita.

Perbedaan yang kita miliki akan membuat hidup kita semakin beragam, menarik, dan kita akan lebih belajar untuk dapat saling menghargai perbedaan yang ada. Sobat ku semua, kalau dunia tempat kita tinggal sekarang ini masih silau dengan penampilan fisik, mari kita mencoba untuk berbeda dengan mau belajar melihat jauh kedalam hati melebihi penampilan fisik.

Apa yang ada didalam diri manusia jauh lebih luar biasa dari sekedar penampilan fisik. Apa yang ada didalam diri manusia jauh lebih luar biasa dari sekedar penampilan fisik. Mari mencoba melakukannya dengan konsisten, tidak cuma satu atau dua hari saja, biar hidup kita bisa lebih berguna bagi orang lain. “Orang yang cenderung melihat penampilan akan sering kecewa”.

Salam Berbagi Cerita ya